Ulasan Buku : ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH

JUDUL BUKU  :  ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH

PENULIS         :   EKO PRASETYO

PENERBIT       :   RESIST BOOK

TEBAL BUKU  :    272-HALAMAN

PENGULAS     :    MUH.IKMAL.H/muttia ate 018

Kita telah merasakan betapa luar biasanya pendidikan namun bagaimana dengan sodara-sodara kita yang diluar sana apa mereka mendapatkan atau merasakan hak yang sama untuk menuntut ilmu di dunia pendidikan? Karena itu,  buku ini memberikan gambaran direnggutnya hak-hak orang miskin dan yang pintar adalah yang kaya. dimana besaran biaya yang ditanggung masyarakat utamanya kalangan bawah demi memenuhi kebutuhan anaknya yang haus akan pengetahuan namun semua itu hanya mimpi. Nyatanya sekolah hanya membuat yang miskin bisa dikatakan disiksa di negeri  sendiri.dimana pada jaman Ir Soeharto anak-anak bangsa diwajibkan harus berpendidikan namun nyatanya semuah itu hanya kebohongan dalam sebuah kata yang mengandung makna berbeda dari pemikiran orang. mereka mengatakan wajib belajar bukan hak belajar karena mereka berpandangan kalian wajib belajar tapi kami tidak wajib bayarkan(membiyayai) bahkan lembaga pendidikan memaksa   siswanya membeli buku-buku dari sekolah dengan harga yang mahal dibandingkan dengan harga buku yang ada di toko. jawabnya “ini soal identitas” hal ini benar pernah terjadi dinegara kita bahkan sampai sekarang 17 agustus 2003 kompas penelitian buku pelajaran siswa SD beratnya mencapay 43 KG  anggaran penipuan tidak masuk akal dari sekolah. birokrat berlaga kayak pedagang, guru bergayakan militer, siswanya kayak kebo. jika salah jalan diancam tidak naik kelas bahkan mereka membuat manipulasi dana  penghasil laba tentang maraknya kapitalisme pendidikan mewarnai seluruh dunia pendidikan seperti kegiatan palang merah SMU sebesar 4,2 jt yang dibebankan kepada orang tua siswa padahal kegiatan tidak pernah ada  penulis ijazah yang dianggarkan 4,35 jt nyatanya hanya menghabiskan uang sebesar 900 rb.dimana uang mengambil alih segalanya uang di ibaratkan indra ke enam dimana tanpa indra ke enam lima indra yang lain tidak akan berjalan dengan baik. Salahsatu cita-cita negri ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara namun faktanya yang ada hanyalah kapitalisme pendidikan.

diman sekarang ini pendidikan menjadi tempat sasaran para pengusaha menjadikan sekolah sebagai wadah usaha mereka bersaing secara ketat untuk menghasilkan laba. Karena maraknya biaya memunculkan namanya beasiswa tapi dalam beasiswa para kalangan miskin menjual kemiskinanya untuk mendapatkan keuntungan dimana beasiswa menjadi bendera dikalangan orang miskin. Karena terlalu maraknya manipulasi politik dinegeri ini dimana anak mentraktir teman temannya karena mendapat beasiswa “alasannya karena bapaknya lurah” sedangkan anak lain yang kurang mampu harus masuk beberapa tes yang menurut saya ada beberapa yang tidak logis.

seperti:

– kurus.                  – dandanan gak keren.

– rambut sedikit.    – mata cekung.

– gigi jarang.          – mulut cembung

untuk lebih meyakinkan:

-Kaki hilang sebelah

-Mata merem

-Kuping meler

Dan jika semua syarat terpenuhi foto mahasiswa akan dipajang dibrosur kampus menjadikan sebuah iklan agar menarik para calon mahasiswa yang baru. Orang tua siswa berharapan mennyekolahkan anak-anaknya demi memperbaiki masadepannya dan bekerja keras untuk itu tapi betapa sakit rasanya kalau perjuangannya itu hanya sia-sia bahwa setelah mereka membiayai  anak mereka untuk bersekolah namun nyatanya mereka hanya mencetak seorang pengangguran. terlalu mahalnya biaya sekolah yang nyatanya setelah lulus belum tentu akan lansung mendapatkan pekerjaan.dikatakan dalam sebuah resist buku sekolah kebanyakan mencetak pengangguran karena kurangnya lowongan pekerjaan di negri ini bedah jau dari semua kata kata yang ada di brosurnya berkata masuk sekolah lulus kerja nyata.dari semua pembahasan diatas pasti kalian dapat memahami apa masksud penulis bahwa sekolah harus murah atau bahkan geratis agar anak-anak yang kurang mampu dapat merasakan yang namanya bersekolah karena setelah lulus dari sekolah toidak menjamin anak langsung mendapat pekerjaan karena kesuksesan adalah berkat usaha dan sekolah adalah salah satu faktor penting sebagay pendorong keberhasilan/menambah ilmu pengetahuan tentang dunia ekonomi politik sains dan bisnis bukan jaminan lansung kerhja

Adapun keungulan buku ini berisi kritikan-keritikan sosial yang sangat bermanfaat dan edukatif agar kita sadar dunia pendidikan tidak cocok dipegang oleh para kaum pengusaha/pencari laba.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *