Ulasan Buku: Pluralitas Dan Pluralisme Agama

Judul Buku : Pluralitas dan Pluralisme Agama
Penulis.   : Dr. M. Legenhausen
Penerbit  : Shadra Press
Halaman : 239 halaman
Pengulas : MR

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada bagian awal awal buku ini di paparkan beberapa fakta historis akan masa kelam kaum imperialis Eropa yang mengekspansi benua Amerika yang bergandengan kelompok misionaris gereja. Doktrin trinitas dan inkarnasi serta dogma dogma bahwa Kristenlah satu satunya agama yang menyediakan jalan keselamatan seakan menjadi legitimasi penjajahan kaum imperialis. Kekerasan, perang dan sikap intoleransi yang di tunjukkan pada masa itu memang sangatlah menakutkan.

Hidup pada zaman dimana kontrol dogma gereja mencengkram dan mengakar kuat di tatanan kehidupan masyarakat Eropa, membuat para pemikir radikal Kristen ingin menciptakan tatanan kehidupan sosial yang baru, tanpa penindasan satu golongan, tanpa sikap intoleransi dari satu kaum beragama saja yang kemudian menjadikan dogma agama Kristenlah satu satunya agama yang memberikan keselamatan dunia dan akhirat sebagai suatu keniscayaan yang tidak dapat diganggu gugat.

Dalam buku ini lebih spesifik membahas ihwal pemikiran John Hick sebagai salah satu tokoh yang berperan digarda terdepan menyuarakan pentingnya sikap toleransi beragama dan membenarkan pluralisme agama sebagai suatu keniscayaan serta menolak klaim jika hanya kristenlah agama keselamatan.

Buku Pluralitas dan Pluralisme Agama karya Dr. M Legenhausen dalam penulisannya dibagi atas dua bagian. Pada bagian pertama memaparkan tawaran John Hick tentang teologi pluralisme agama sebagai solusi atau jalan keluar dari persoalan persoalan intoleransi yang banyak bermunculan sebab klaim jalan keselamatan berbeda berbeda pada setiap keyakinan dan akan terus berbenturan jikalau tidak didamaikan. Lalu pada bagian kedua Legenhausen memaparkan tentang penolakannya terhadap teologi pluralisme agama dengan menggunakan perspektif Islam dan juga hasil pemikiran dari cendikiawan muslim lainnya.

Jhon Hick sebagai pemikir yang berpandangan liberal menganggap jika semua agama ialah benar, sebab tentunya semua agama berdasar pada kebenaran yang merujuk pada realitas yang absolut. Sederhananya dalam buku ini, Jhon Hick menawarkan satu pemikiran akan teologi toleransi dalam meretas konflik antar beragama. Sebab baginya, mustahil perdamaian itu terjalin jika klaim klaim kebenaran iman hanya ada pada satu agama di dalam keniscayaan agama yang plural.

Bagian kedua dalam buku ini Legenhausen yang juga sebagai cendekiawan muslim Syiah memberikan kritik dan penolakan terhadap tawaran teologi pluralisme agama sebagai teologi toleransi ala Jhon Hick dsb, sebab ternyata ia tak terbukti toleran pada perbedaan agama yang benar-benar nyata. Jelasnya Islam tidaklah membenarkan pemujaan berhala dan doktrin trinitas serta inkarnasi. Buku ini pun membahas pluralisme keagamaan non-Reduktif dalam Islam, yang sub pembahasannya memaparkan penolakan pluralisme keagamaan oleh kaum sufi serta filsafat perennial dan Sophia perenis. Dalam salah satu babnya terdapat paparan Adnan Aslan atas wawancaranya kepada john Hick dan Seyyed Hoosein Nasr.

Sekilas buku ini terkesan tidak mengandung kekurangan dan tanda tanya. Apalagi, penyusunan narasi serta pembahasannya juga begitu apik. Namun bila dicermati lebih jauh setumpuk pertanyaan berada dalam kepala yang tentunya membutuhkan bimbingan serta referensi yang lebih banyak lagi untuk menjawabnya. Akan tetapi pada dasarnya, buku ini sangat baik untuk menjadi salah satu referensi kawan kawan demi menambah khazanah Ilmu pengetahuan seputar toleransi dalam pandangan cendekiawan lintas agama, aliran dan ideologi. Karena menyangkut keselamatan, tentunya adalah hak dari yang maha kuasa.

Wallahu a’lam bissawab.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *